Like ya
Popular Posts
-
Saya rasa Malas adalah sifat yang terbentuk dari ulah dan kebiasaan tidak baik dari manusia.Malas itu bukan sif...
Rekomendasi link
About
Diberdayakan oleh Blogger.
Mengenai Saya
Laman
Follower
- Home »
- JANTUNG PISANG
Unknown
On Sabtu, 16 Maret 2013
Kali ini saya menulisakan
artikel tentang sebuah DONGENG yang berjudul
Pada zaman dahulu kala,hiduplah keluarga pisang yang hidup di
desa Babuwo,mereka hidup aman dan damai
di kampung tersebut.Keluarga itu terdiri dari 11 orang,yaitu
Ayah,yang bernama
Pak Aub
Ibu,yang bernama Bu
Naun
Anak pertama yang
bernama Ana
Anak ke-dua yang
bernama Ani
Anak ke-tiga yang
bernama Anu
Anak ke-empat yang
bernama Tati
Anak ke-lima yang
bernama Kuti
Anak ke-enam yang
bernama Lori
Anak ke-tujuh yang
bernama Tito
Anak ke-delapan
yang bernama Lina
Anak ke-sembilan
yang bernama Ucok
Anak pertama,kedua,dan ketiga kembar.Pak
Aub dan Bu Naun sangat senang karena memiliki anak yang cantik dan
kembar.Ana,Ani,dan Anu sangat diistimewakan dari pada anak yang lainnya karena
Di desa Babuwo tidak ada anak yang kembar,apalagi kembar tiga.Mereka bertiga
dianggap sebagai Dewi Penyelamat bagi kehidupan orang-orang di desa tersebut.Tetapi
ketiga putri dari Pak Aub dan Bu Naun itu tidak memiliki hati seindah dan
secantik wajah mereka.
Pada suatu hari,ketika Ana,Ani,dan Anu
sedang bermain di taman.Datanglah seorang pria yang tampan yang membawa sehelai
kain merah yang berisikan berbagai jenis tanaman dan gula pasir yang telah
dicairkan.Anu mendekati pria tersebut dan berkata”Selamat siang tuan,ada yang
dapat saya bantu?”,kemudian pria tersebut menjawab”Siang Nona,iya saya ingin
menemui bapak Aub.Apakah anda kenal dengan orang tersebut?”.Anu tertawa dan
berkata”Tentu saya mengenalnya dia itu kan Ayah saya”.”Oh,,jadi Pak Aub itu
Ayah Nona!Wah..Kebetulan sekali,apakah ayah nona ada di sini?”Tanya Pria
itu.Anu berkata lagi”Ya,mari..Akan saja antar kan tuan ketempat ayah saya”
“Ayah.Ada yang ingin bertemu”Ujar Anu.Ayah
menjawab”Siapa sayang?”.tiba-tiba pria itu berkata”Permisi tuan,saya yang ingin
bertemu dengan tuan”.Setelah Pria itu dan Pak Aub selesai berbicara,pria itu
pun pulang dengan wajah yang sedih dan tanpa perkataan.Ternyata pria itu datang
untuk meminta uang pinjaman kepada Pak Aub karena anaknya sedang menderita
sakit parah,tetapi pak Aub tidak memberikan uang pinjaman alasannya karena ia
ingin membeli tanah yang berada di seberang kali dekat desanya.Karena sedih
yang menusuk hati pria tersebut,ia pun tak sadar telah membuang Kain miliknya
yang berwarna merah ke semak-semak.Dan berkata di dalam hati”Sungguh,engkau
tidak mempunyai perasaan.Lihatlah pada suatu hari nanti salah satu dari anakmu
akan mengalami penderitaan yang menyakitkan.”
Pada suatu hari datanglah saudagar dari
India yang mengunjungi ladang dan ternak sapi milik Pak Aub.Saudagar tersebut
tertarik pada Ternak yang dimilikinya dan ingin membelinya, saudagar bertanya
kepada Pak Aub”Pak Aub,apakah anda tidak ingin menjual peternakan ini?”
Pak Aub menjawab”Saya
sangat memiliki banyak kenangan di peternakan ini,jadi saya tidak akan menjual
ternak saya”.Saudagar itu memberikan pak Aub selembar kertas yang berisikan
nomor handphone nya.Pak Aub bertanya”Maksud anda,apa?”.Lalu saudagar itu
menjawab”Mungkin suatu hari nanti anda berubah pikiran,anda dapat menghubungi
saya dan saya dapat membeli ternak anda dengan harga mahal”.”Sekali tidak,ya
tetap tidak.Sekarang lebih baik anda pergi dari ternak saja sebelum saya yang mengeluarkan
anda dengan cara yang tidak sopan”Kata Pak Aub sambil marah.dengan kecewa
saudagar itu pun pergi dari ternak Pak Aub dan berkata”Heh,,dasar orang
sombong.Sudah untung ada orang seperti saya yang mau membeli ternaknya
itu.Lihat saja pada suatu hari nanti ternak itu akan lenyap”
5 tahun kemudian,keluarga Pak Aub
diberikan seorang bayi mungil dan lucu.Bayi itu mereka beri nama Aisyah.Hatinya
sama bagus seperti namanya,senang membantu orang miskin dan menuruti perintah
orang tua dan kakak-kakaknya.Tetapi kakak-kakaknya sangat benci kepada Aisyah
karena sekarang seluruh warga di desa itu menganggap Aisyah lah yang paling
baik diantara seluruh anak pak Aub.Dan Pada suatu hari,Pak Aub sedang berada di
teras lantai 89 rumahnya.Udara sejuk,Hujan yang deras dan petir yang
menyambar.Aisyah menangis ketakuan dalam pelukan ibunya.”Ibu, Aisyah takut
bu.”Ujar Aisyah.Ibu berkata”tidak apa-apa nak,ibu akan selalu ada di sampingmu”
Pak Aub segera masuk rumah dan tiba-tiba
Aisyah pingsan,melihat wajah Pak Aub.Ibu dan Pak Aub gelisah dengan apa yang
terjadi pada Aisyah.Tetapi mereka tidak bisa membawa aisyah keluar dari
rumahnya akibat hujan dan petir yang sangat mengerikan seakan tak ada lagi
tempat untuk berlindung.Aisyah pun bangun dari pingsannya yang mengerikan.Ia
menceritakan apa yang ia alami saat ia pingsan dan berkata kepada
Ayahnya”Ayah,ayah harus meminta maaf kepada semua orang yang pernah ayah sakiti
hatinya”.Ayah nya menjawab”Ada-ada saja kamu ini Aisyah, imajinasimu itu
terlalu berlebihan”.Aisyah berkata lagi”Ku mohon ayah”.”Aku tak akan pernah
melakukan hal bodoh itu”Jawab Pak Aub.
Beberapa hari kemudian.Gempa yang dahsyat
menggoncang desa itu dan melenyapkan seluruh ladang,rumah dan ternak di desa
itu.Setelah kejadian itu selesai,pak Aub merasa kesal dengan apa yang telah
terjadi dan kecewa.Tetapi ia berpendapat bahwa tanahnya yang lain masih ada dan
dapat menghidupi keluarganya.Tetapi pendapatnya itu 100 % salah,tanah yang ia
miliki telah dibangun gedung,ternyata orang yang menjual tanah kepada Pak Aub
itu adalah seorang penipu.Pak merasa teramat di lecehkan orang di
desanya,banyak orang yang berkata padanya”Jadi orang itu jangan serakah,Tuan
Aub...Yang hartanya terpammpang nyata cetarrrrrrrr....membahana.Aisyah merasa
gelisah ternyata benar kejadian yang ia alami saat ia pingsan,ada benda yang
melekat pada tubuhnya dan ia berteriak.Aisyah berkata”Tidak semua yang di dalam
mimpiku itu benar, sehelai kain merah yang berisikan berbagai jenis tanaman dan
gula pasir yang telah dicairkan akan menjadi seperti jantung dan melekat pada
tubuhku.Oh ya tuhan,,mengapa ini harus terjadi padaku”
Setelah pak Aub melihat musibah yang
telah menimpanya dan keluarganya,ia teringat dengan perkataan Aisyah yaitu ia
harus meminta maaf kepada semua orang yang telah ia sakiti.Pak Aub segera
mencari orang yang telah ia caci maki.Tetapi sampai lelah ia mencari dari timur
ke barat dan dari selatan ke utara,ia belum juga menemui orang-orang yang telah
ia sakiti, sampai akhirnya ia pergi meninggalkan dunia dengan cara yang tidak
sewajarnya.
Terima
kasih,,,inilah dongeng hasil karya saya..
Terima kasih telah
membaca artikel dari saya,apabila ada kesamaan nama dan peristiwa saya mohon
maaf karena ini hanya kebetulan
.jpg)